PAMEKASAN, Saco-Indonesia.com - Seekor kambing milik Sukri, warga Desa Bangkes,
Kecamatan Kadur, Pamekasan, Jawa Timur, lahir

PAMEKASAN, Saco-Indonesia.com - Seekor kambing milik Sukri, warga Desa Bangkes, Kecamatan
Kadur, Pamekasan, Jawa Timur, lahir dengan mulut dua, Jumat (17/05/2013). Fenomena itu membuat
heboh warga Kadur. Bahkan warga yang penasaran berbondong-bondong mendatangi rumah Sukri untuk sekadar melihat fisik
kambing aneh itu. Sepintas kambing berwarna putih itu lahir sempurna seperti kambing biasanya,
berkaki empat, berekor satu, berleher satu dan bermata dua. Namun mulutnya ada dua, sehingga
kambing tersebut makan dan minum melalui dua mulut itu. Sukri menjelaskan dia tidak melihat hal-
hal yang aneh pada induk kambing sebelum melahirkan anak bermulut dua. Induk kambing tersebut
sehat-sehat saja dan melahirkan secara normal. "Saya heran juga kenapa anaknya lahir dengan
dua mulut," katanya kepada Kompas.com, Jumat. Kambing itu akan dirawat secara khusus oleh
Sukri hingga kambing itu dewasa. Bahkan Sukri mengaku tidak akan menjual kambing aneh itu.
"Meskipun ada tetangga yang iseng-iseng mau membeli saya tahan untuk tidak dijual,"
ujarnya. Dalam pantauan Kompas.com, warga berbondong-bondong mendatangi rumah Sukri untuk melihat
langsung anak kambing bermulut dua itu. Sebagian dari mereka bahkan mengabadikannya dengan kamera
telepon selular dan video. "Lucu dan aneh kambing ini. Nanti sampai di rumah videonya saya
putar ke orang-orang," kata Muslim, warga Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan.
Ukuran alat kelamin
tak dimungkiri masih menjadi salah satu parameter penting dalam seksualitas pria.
Saco-Indonesia.com —
Ukuran alat kelamin tak dimungkiri masih menjadi salah satu parameter penting dalam
seksualitas pria. Hal itu pula yang membuat sebagian kaum Adam merasa "tak puas"
selalu berupaya mencari cara untuk memperbaiki ukuran kelaminnya.
Meski
demikian, minimnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi menyebabkan banyak pria terjebak
pada prosedur pembesaran yang sembarangan terhadap alat kelamin. Tak semua prosedur pembesaran
dapat memberikan hasil yang diharapkan, terutama pelayanan sembarangan yang tidak berdasarkan
pada ilmu kedokteran. Alih-alih mendapat ukuran sesuai keinginan, layanan ini justru akan
menyebabkan kerusakan permanen pada alat vital.
Spesialis urologi Fakultas
Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Rumah Sakit dr Cipto Mangunkusumo (FKUI/RSCM) dr Nur
Rasyid mengingatkan, kaum pria sebaiknya tidak mencari upaya untuk membesarkan alat kelaminnya.
Pasalnya, alat kelamin pria dewasa sebenarnya sudah mencapai ukuran yang maksimal sehingga
tidak mungkin dapat diperbesar lagi.
Kecuali pada anak dalam usia
prepubertal atau sebelum memasuki usia puber, alat kelamin pria masih dapat bertumbuh sehingga
masih dapat dilakukan upaya pembesaran.
"Umumnya pria setelah berusia
21 tahun, organ vitalnya sudah mengalami pematangan sempurna," ujar Nur dalam seminar
media bertajuk "Disfungsi Ereksi (DE): Mengapa Pria Enggan Membicarakan serta
Mengonsultasikannya ke Dokter?" di Jakarta, Rabu (22/5/2013).
Hanya
saja, ukuran organ vital pria dapat bertambah besar saat mengalami ereksi. Nur mengatakan, hal
ini terjadi karena peningkatan suplai darah di pembuluh darah penis. Volume darah pada penis
saat ereksi dapat mencapai empat kali volume darah saat penis tidak ereksi.
"Maka, jika ereksinya lancar, ukuran penis seharusnya tidak menjadi masalah karena akan
membesar sendiri," kata Nur.
Sayangnya, imbuh Nur, tidak semua pria
mengetahui ukuran penis yang normal. Masih banyak yang merasa ukuran yang dimilikinya kecil,
padahal sebenarnya normal.
Kata Nur, ukuran penis rata-rata orang Indonesia
yang dianggap cukup untuk memenuhi fungsi organ seksual mencapai 9 sentimeter saat ereksi. Maka
dari itulah, pentingnya artinya kaum pria untuk mendapatkan informasi tentang kesehatan
reproduksi yang tepat.
Berbahaya
Nur
mengingatkan masyarakat akan bahaya prosedur pembesaran alat kelamin yang masih banyak
ditemukan. Upaya pembesaran penis yang berbahaya di antaranya adalah dengan melakukan
penyuntikan penambahan volume di bawah kulit penis. Penambahan volume dapat dilakukan dengan
menyuntikkan silikon, bahkan hingga minyak tradisional.
Nur mengatakan,
pengisian volume dengan bahan berbahaya mungkin terlihat baik pada awalnya. Namun, efeknya tidak
akan lama. Paling lama sekitar enam sampai dua belas bulan. Setelahnya, bentuk dan kulit penis
bisa mengalami kerusakan.
"Mungkin mirip dengan penyuntikan silikon di
dada atau wajah. Jika sembarangan, tentu akan buruk hasilnya. Melakukannya pada organ vital
akan berakibat kerusakan fungsi dari alat vital," paparnya.
Editor :Liwon Maulana
Sumber:http://health.kompas.com/read/2013/05/23/11365825/Hati-
hati.dengan.Layanan.Pembesar.Alat.Kelamin