Saco-Indonesia.com - Dari penelitian terbaru di Ohio State University dan Institute for behavioral Medicine Research, cedera pada otak dan gegar otak bisa menyebabkan depresi setelah beberapa tahun.

Penelitian ini menunjukkan bahwa sel-sel mikro pada otak tikus cenderung waspada pada tingkat tinggi setelah mengalami cedera. Hal ini menyebabkan sel otak lebih mudah mengalami peradangan dan menyebabkan depresi dalam jangka waktu yang panjang, seperti dilansir oleh Softpedia.

Penelitian menemukan bahwa orang yang mengalami gegar otak berkali-kali dalam hidupnya biasanya mengalami masalah mental setelah beberapa tahun. Namun peneliti belum bisa menjelaskan mengapa hal ini bisa terjadi.

"Banyak orang yang pernah mengalami cedera pada bagian otak tidak mengalami masalah mental hingga mereka berusia 40 tahun, 50 tahun, atau 60 tahunan," ungkap peneliti.

Hal ini menunjukkan bahwa ada faktor lain yang menyebabkan orang yang mengalami cedera otak dan gegar otak pada akhirnya akan memiliki masalah dengan kesehatan mental seperti stres atau lebih mudah depresi.

Editor : Liwon Maulana

Awas, cedera pada otak bisa picu depresi!

Artikel lainnya »